Home » Informasi » Mengenal 4 Musim Di Jepang

Mengenal 4 Musim Di Jepang

musim+di+jepang
Musim Di Jepang

Musim Di Jepang – Sebagai negara yang berada di daerah subtropis, Jepang memiliki empat musim yang silih berganti di sepanjang tahun. Musim dalam bahasa Jepang adalah 季節 (kisetsu). Dan empat musim di Jepang yaitu haru (musim semi), natsu (musim panas), aki (musim gugur), dan fuyu (musim dingin). Nah, berikut merupakan dijelaskan mengenai 4 musim di Jepang,

Musim yang terjadi di Jepang sangat berbeda sekali dengan musim di Indonesia yang hanya mengalami dua kali perubahan musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Namun, jika dibandingkan dengan negara yang sama-sama berada di daerah subtropis seperti Korea, maka musim di Jepang hampir sama dengan musim di Korea.

Pergantian musim di Jepang berubah setiap empat bulan sekali. Dari setiap perubahan musim, selalu ditandai dengan perubahan alam yang berbeda. Misalnya di musim semi akan terlihat bunga sakura yang tumbuh bermekaran, atau pun pemandangan salju yang hanya dapat dinikmati di musim dingin. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan tentang musim-musim di Jepang.

Mengenal 4 Musim Di Jepang

1. 春 Haru (Musim Semi)

Haru atau musim semi di Jepang biasanya berlangsung selama 3 bulan dimulai sekitar bulan Maret sampai bulan Mei. Di musim ini merupakan waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang. Dimana suasana sejuk dan pemandangan bunga sakura yang tumbuh bermekaran di mana-mana.

Musim semi merupakan peralihan dari musim dingin ke musim panas. Di Jepang, ketika memasuki musim semi biasanya diawali dengan perayaan ume matsuri atau festival bunga plum. Karena munculnya bunga ini sering ditandai sebagai masuknya musim semi di Jepang. Setelah bunga plum tumbuh berkembang, barulah muncul bunga sakura ciri khas negara Jepang.

Ada kebiasaan orang Jepang yang unik setiap musim semi tiba, yaitu berekreasi di bawah bunga sakura bersama teman atau keluarga. Acara seperti itu disebut hanami (melihat bunga).

Puncak musim panas di Jepang terjadi sekitar tanggal 20 Marat yang sering disebut dengan Setsubun no Hi. Sementara itu, di penghujung musim semi biasanya hujan akan turun hampir setiap hari. Musim hujan di Jepang ini disebut tsuyu (musim hujan) yang berkisar sekitar 2 mingguan sebelum datang musim panas.

2. 夏 Natsu (Musim Panas)

Natsu atau musim panas di Jepang berlangsung sekitar bulan Juni hingga Agustus. Puncaknya terjadi sekitar 23 Juli yang sering disebut dengan Geshi. Musim panas merupakan musim perayaan kembang api terbesar di Jepang (Hanabi Taikai).

Hampir setiap akhir pekan, komunitas yang ada di Jepang mempertunjukkan festival kembang api di malam hari dengan berbagai macam dan warna-warni yang memeriahkan langit malam.

Musim panas merupakan musim yang bisa dikatakan menyenangkan, karena di musim ini banyak orang berkunjung dan berenag di Pantai. Ada juga yang berlibur ke daerah dingin seperti Hokkaido, karena di kota-kota besar suhu udaranya bisa mencapai 40° C.

3. 秋 Aki (Musim Gugur)

Aki atau gugur di Jepang berlangsung sekitar bulan September sampai November, bahkan ada juga sampai pertengahan Desember. Musim ini menghadirkan suasana yang sejuk dan tenang. Ciri khas dari musim gugur ini adalah daun-daun hijau berubah menjadi kuning, orange, coklat dan kemerahan yang akhirnya berguguran dari pohonnya. Istilah seperti ini di Jepang disebut Koyo.

Meskipun seluruh tempat di Jepang mengalami musim gugur, namun ada salah satu kota di Jepang yang dianggap sebagai tempat terbaik untuk melihat dedaunan di musim gugur, yaitu Kyoto. Sehingga tak heran jika ketika musim gugur tiba banyak wisatawan berkunjung ke Kyoto untuk mengambil gambar momoji dan mengabadikannya.

Selain daun-daun berguguran, musim ini juga dikenal sebagai musim panen aneka jenis tanaman pangan, seperti sayuran dan buah-buahan. Ada pun perayaan di musim gugur yang paling terkenal adalah Tsukimi (melihat bulan purnama) yang biasanya dirayakan pada tanggal 25 september dan 23 oktober.

4. 冬 Fuyu (Musim Dingin)

Fuyu atau musim dingin di Jepang berlangsung sekitar bulan Desember hingga Februari. Puncak musim dingin disebut Doji yang terjadi sekitar tanggal 20 Januari. Di musim ini, salju turun hampir di seluruh daerah kecuali beberapa daerah yang mendekati iklim tropis. Oleh sebab itu, jika ingin berkunjung ke Jepang dan menikmati salju, datanglah di musin dingin.

Meskipun kelihatannya sangat menarik, namun banyak orang jepang yang cenderung malas keluar dari rumah dikarenakan suhu udara yang begitu dingin hingga mencapai -10° C. Namun, ada juga yang gemar dengan olahraga musim dingin dengan mengunjungi wahana bermain ski.

Ada pun festival yang dirayakan pada saat musim dingin di Jepang adalah festival salju Sapporo di daerah Hokkaido. Festival sapporo merupakan festival salju/es internasional yang menawarkan pengunjung dengan berbagai pemandangan patung es raksasa. Selain itu, ada juga perayaan tahun baru (Oshogatsu) yang selalu terjadi di musin dingin.

Demikianlah penjelasan mengenai 4 musim di Jepang. Setelah mengetahui keadaan di setiap musim yang terjadi, tentukanlah waktu yang tepat jika ingin berkunjung ke Jepang.

Share :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top