Home » Pendidikan » Contoh Alat Ukur Baku Dan Tidak Baku Beserta Fungsinya

Contoh Alat Ukur Baku Dan Tidak Baku Beserta Fungsinya

contoh+alat+ukur+baku+dan+tidak+baku
Alat Ukur Baku Dan Tidak Baku

Contoh Alat Ukur Baku Dan Tidak Baku Beserta Fungsinya – Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur objek atau dimensi suatu benda. Menurut satuannya, terdapat alat ukur satuan baku dan tidak baku.

Alat ukur baku adalah alat ukur yang hasilnya telah ditetapkan secara internasional sebagai standar dalam pengukuran. Sedangkan alat ukur tidak baku merupakan pengukuran yang hasilnya tidak dapat ditetapkan sebagai pengukuran secara ilmiah.

Alat ukur baku dan tidak baku merupakan salah satu materi pembelajaran fisika. Untuk mengetahui perbedaannya, simak beberapa contoh alat ukur yang menggunakan satuan baku dan tidak baku berikut ini.

Contoh Alat Ukur Baku Dan Tidak Baku Beserta Fungsinya

A. Contoh Alat Ukur Baku

Pengukuran baku merupakan pengukuran yang hasilnya tetap dan memenuhi standar internasional. Ciri-cirinya antara lain memiliki nilai tetap, bersifat internasional, dan mudah dititu. Berikut merupakan beberapa contoh alat ukur baku beserta kegunaannya.

  • Meteran Kain merupakan alat ukur panjang baku yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar lembaran kain.
  • Meteran Rol merupakan alat ukur satuan panjang yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar tanah.
  • Meteran Saku merupakan jenis meteran yang digunakan untuk mengukur panjang dan lebar suatu bangunan yang relatif pendek. Ukurannya tidak lebih dari 10 meter. Alat ini biasanya dipakai oleh tukang bangunan.
  • Penggaris adalah jenis meteran dengan ukuran kurang lebih 30 cm. Penggaris digunakan sebagai alat bantu pengukuran dalam proses belajar mengajar di sekolah.
  • Jangka Sorong adalah alat ukur panjang dengan ketelitian mencapai 0,1 mm. Alat ini dapat mengukur panjang, diameter, serta kedalaman lubang suatu benda.
  • Timbangan Badan merupakan alat ukur massa/berat baku yang digunakan untuk menimbang berat badan orang dengan ketelitian mencapai 100 kg.
  • Timbangan Duduk adalah alat ukur berat yang memiliki kegunaan untuk menimbang berat benda hingga 50 kg. Alat timbangan ini banyak digunakan di pasar, pabrik, tempat penggilingan padi atau barang dalam karung atau peti.
  • Timbangan Bayi adalah timbangan khusus yang digunakan untuk menimbang berat badan bayi. Alat ini banyak dijumpai di puskesmas, posyandu, dan rumah sakit.
  • Timbangan Gantung merupakan alat pengukur berat yang digunakan untuk menimbang benda dengan cara digantung, seperti padi, beras, tepung, dan dan lain-lain. Berat benda yang dapat ditimbang hingga mencapai 1 kuintal.
  • Neraca merupakan timbangan yang digunakan untuk menimbang benda-benda yang ringan. Misalnya berat emas,bahan obat-obatan, bumbu dapur, dan lain sebagainya. Satuan berat neraca dinyatakan dalam gram.
  • Timbangan Bebek adalah alat penimbang berat benda yang banyak dijumpai ini di warung, kios, dan pasar tradisional. Alat ini digunakan untuk menimbang besar, telor, tepung, minyak goreng, dan lain-lain. Berat benda maksimum mencapi 50 kg.
  • Jam Analog adalah alat baku yang digunakan untuk mengukur waktu. Jam analog merupakan jenis jam yang menggunaka jarum jam sebagai penunjuk jam, menit, dan detik.
  • Jam Digital juga merupakan alat pengukur waktu baku. Waktu yang ditunjukan oleh jam digital berupa angka-angka yang dipisahkan oleh tanda titik dua.
  • Stopwatch adalah alat ukur waktu baku yang digunakan untuk menetukan lamanya waktu. Misalnya untuk menentukan jalannya waktu pada cabang olahraga, seperti pertandingan sepak bola, lari jarak pendek, dan lain-lain. Satuan stopwatch adalah sekon atau detik. Alat ini memiliki ketelitian mencapai 0,01 sekon.
  • Termometer merupakan alat ukur baku yang digunakan untuk mengukur suhu atau temperatur. Alat ini biasa dijumpai pada laboratorium, klinik, rumah sakit, dan lain sebagainya.
Baca Lainnya :   Cara Menggambar Ikan Hias Cupang

B. Contoh Alat Ukur Tidak Baku

Pengukuran tidak baku merupakan pengukuran yang hasilnya berbeda-beda oleh tiap-tiap orang dan tidak memenuhi standar internasional. Ciri-Cirinya yaitu tidak memiliki nilai tetap, bersifat terbatas, dan sulit ditiru. Berikut merupakan beberapa contoh alat ukur tidak baku beserta penjelasannya.

  • Digit adalah alat pengukuran tidak baku yang disesuaikan dengan lebar sebuah jari tangan.
  • Kilan adalah pengukuran menggunakan rentangan jarak antara ujung jari kelingking dan ujung ibu jari.
  • Jengkal adalah pengukuran dengan menggunakan rentangan jarak antara ujung jari telunjuk dan ujung ibu jari.
  • Depa adalah pengukuran dengan menggunakan rentangan jarak antara ujung tangan kiri dengan ujung tangan kanan.
  • Hasta adalah pengukuran dengan menggunakan rentangan jarak antara siku lengan dan ujung tangan.
  • Kaki adalah pengukuran dengan menggunakan jarak antara ujung kaki hingga bagian tumit.
  • Langkah adalah pengukuran dengan menggunakan jarak satu kali langkah kaki.
  • Tali adalah alat ukur panjang tidak baku dengan menggunakan seutas tali.
  • Sebentar, nanti merupakan alat ukur tidak baku untuk satuan waktu.
  • Mayam adalah alat ukur berat tidak baku yang digunakan untuk menimbang emas.

Demikianlah informasi mengenai beberapa contoh alat ukur baku dan tidak baku beserta fungsinya masing-masing. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top