Home » Pendidikan » Macam – Macam Perubahan Wujud Pada Zat Padat, Cair, Dan Gas

Macam – Macam Perubahan Wujud Pada Zat Padat, Cair, Dan Gas

perubahan+wujud+zat
Macam – Macam Perubahan Wujud Pada Zat Padat, Cair, Dan Gas

Macam – Macam Perubahan Wujud Pada Zat Padat, Cair, Dan Gas – Pasti kita pernah menaruh air ke dalam freezer kulkas bukan? Nah, dalam kurun waktu beberapa jam, air tersebut akan berubah menjadi es batu. Mengapa bisa begitu?

Air yang berubah menjadi es batu tersebut merupakan salah satu bentuk perubahan wujud dari zat cair menjadi zat padat. Tidak hanya itu saja, karena perubahan wujud juga dapat terjadi pada semua zat padat, cair, dan gas. Lalu, seperti apa bentuk perubahannya?

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan dapat menempati ruang. Massa juga dikatakan sebagai banyaknya jumlah partikel yang ada dalam suatu zat. Sedangkan, Wujud zat merupakan segala bentuk dari zat. Perubahan wujud sebenarnya terjadi akibat dari adanya perpindahan kalor (energi panas). Zat yang melepas atau menerima kalor, maka akan mengalami perubahan wujud.

Ketika sebuah zat menerima kalor, maka akan terjadi kenaikan suhu dan mengalami perubahan bentuk. Contoh bentuk perubahan wujud zat yang menerima kalor yaitu proses mencair, menguap, dan menyublim.


Sedangkan pada zat yang melepas kalor, zat tersebut akan mengalami penurunan suhu dan perubahan bentuk. Contoh perubahan wujud zat yang melepas kalor yaitu peristiwa membeku, mengembun, dan mengkristal.

Macam – Macam Perubahan Wujud Pada Zat Padat, Cair, Dan Gas

Perubahan wujud zat merupakan sebuah perubahan bentuk yang terjadi pada zat ketika mencapai titik tertentu. Hal itu disebabkan oleh perpindahan kalor yang ada pada zat tersebut.

Secara umum, perubahan wujud zat dibagi menjadi dua, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Dari kedua perubahan tersebut, masih terbagi lagi menjadi beberapa perubahan yang terjadi pada zat padat, cair, dan gas.

Baca Juga :  Perbedaan Persegi Dan Persegi Panjang

A. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan pada suatu zat yang tidak disertai oleh adanya pembentukan zat baru dari jenisnya. Contoh perubahan fisika dapat kita lihat pada es batu yang dipanaskan menjadi air. Secara fisik, es batu berubah dari bentuk padat menjadi bentuk cair, namun kedua bentuk tersebut masih sama jenisnya, yaitu air. Perubahan fisika ini terbagi menjadi 6 jenis, yaitu :

1. Mencair

Mencair adalah peristiwa perubahan wujud zat dari bentuk padat menjadi cair. Perubahan mencair ini didasari oleh adanya penerimaan kalor pada zat tersebut. Contoh perubahan fisika mencari diantatanya yaitu :

  • Mentega yang dipanaskan akan mencair.
  • Es batu yang dibiarkan secara terus menerus di ruangan terbuka akan mencair.
  • Lilin yang dinyalakan lama-kelamaan akan meleleh.
  • Coklat batangan yang dipanaskan akan berubah menjadi coklat cair.

2. Membeku

Membeku merupakan kebalikan dari mencair, yaitu peristiwa perubahan wujud zat dari bentuk cair menjadi padat. Perubahan ini disebabkan oleh suatu zat yang melepas panas. Contoh perubahan membeku diantaranya yaitu :

  • Air yang dimasukan ke dalam freezer akan menjadi es batu.
  • Larutan agar-agar yang telah dipanaskan, kemudian dibiarkan saja maka akan menjadi agar-agar.
  • Cairan gula jawa dibiarkan saja, lama-kelamaan akan mengeras.
  • Lilin yang semula cair karena dipanaskan, jika dibiarkan lama-kelamaan akan mengeras.

3. Menguap

Menguap adalah peristiwa perubahan wujud zat dari bentuk cair menjadi gas. Perubahan ini merupakan peristiwa penerimaan kalor pada zat tersebut. Contoh perubahan fisika menguap ini yaitu :

  • Pakaian basah yang dijemur di bawah sinar matahari akan menjadi kering.
  • Air yang direbus akan berkurang dah habis karena menguap menjadi gas.
  • Bensin yang dibiarkan terbuka, lama-kelamaan akan habis karena menguap menjadi gas.
  • Parfum yang disemprotkan ke pakaian, maka lama-kelamaan wanginya akan hilang.
Baca Juga :  Cara Menghitung Penjumlahan Dan Pengurangan Pecahan

4. Mengembun

Mengembun merupakan kebalikan dari menguap, yaitu perubahan wujud zat dari gas menjadi bentuk cair. Mengembun merupakan proses pelepasan kalor pada gas. Contoh perubahan fisika mengembun yaitu :

  • Es batu yang diletakkan didalam gelas, maka bagian luar gelas lama-kelamaan akan terbentuk butiran air.
  • Udara dingin dipagi hari mengakibatkan adanya butiran-butiran air didaun.
  • Kaca kamar mandi akan berair jika terkena uap air panas.

5. Menyublim

Menyublim adalah peristiwa perubahan zat dari bentuk padat berubah menjadi gas. Peristiwa ini merupakan proses penerimaan kalor pada zat tersebut. Contoh perubahan fisika menyublim diantaranya yaitu :

  • Kapur barus yang tersimpan dalam lemari, lama kelamaan akan habis.
  • Butiran pengharum ruangan dibiarkan begitu saja, lama-kelamaan akan habis.

6. Mengkristal

Mengkristal merupakan kebalikan dari menyublim yaitu peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi bentuk padat. Perubahan ini disebabkan oleh adanya pelepasan kalor pada zat tersebut. Contoh perubahan mengkristal yaitu :

  • Perubahan uap di udara menjadi butiran-butiran salju.
  • Air laut yang berubah menjadi butiran garam.

b. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan wujud pada suatu zat yang menghasilkan jenis zat baru. Peristiwa kimia pada suatu zat ini bersifat permanen, dimana jenis zat baru yang telah berubah wujud tidak dapat diubah kembali menjadi zat asalnya. Misalnya kertas yang terbakar kemudian menjadi abu, dimana abu tersebut tidak dapat berubah lagi menjadi kertas.

Pada perubahan kimia, terdapat dua istilah yang digunakan untuk menamakan reaksi kimia yang terjadi. Yaitu reaktan dan produk reaksi. Reaktan atau pereaksi merupakan zat awal sebelum terjadinya perubahan kimia, sedangkan produksi reaksi adalah zat baru yang terbentuk dari terjadinya perubahan kimia. Misalnya kayu yang dibakar berubah menjadi arang, dimana kayu adalah reaktan dan arang adalah produksi reaksi atau hasil reaksi.

Baca Juga :  Cara Membuat Dan Menggunakan Garis Bilangan

Perubahan kimia ini memiliki ciri atau tanda-tanda yang menyertainya. Diantara ciri-ciri perubahan kimia pada suatu zat dapat dilihat dari ciri-ciri berikut ini.

1. Perubahan Warna

Perubahan kimia pada suatu zat akan menghasilkan warna yang berbeda dengan zat asalnya. Namun semua itu tergantung pada kandungan unsur atau senyawa yang ada di dalam zat tersebut. Contoh perubahan warna pada perubahan kimia dapat kita lihat dari sebuah sendok logam yang ditempatkan di atas nyala api, maka lama kelamaan akan terbentuk warna hitam dari asap yang mengandung karbon.

2. Perubahan Suhu

Perubahan kimia akan terjadi apabila terdapat perubahan kalor yang disertai reaksi kimia. Perubahan kalor tersebut secara otomatis mengakibatkan perubahan suhu suatu zat. Suhu yang menyertai perubahan kimia tersebut disebabkan oleh adanya pelepasan dan penerimaan (penyerapan) kalor di dalam reaksi kimia.

Perubahan kimia yang didasari oleh perubahan suhu dikelompokan menjadi dua, yaitu reaksi eksoterm (pelepasan kalor) dan endoterm (penyerapan kalor).

3. Perubahan Endapan

Perubahan kimia juga dapat ditandai oleh adanya pembentukan endapan pada zat baru yang dihasilkan. Bisanya hal ini terjadi pada suatu zat yang tidak mudah larut dalam air. Misalnya yaitu reaksi kimia antara perak nitrat dengan natrium klorida, dimana hasil reaksi akan diperoleh endapan perak klorida yang berwarna putih.

4. Perubahan Gas

Perubahan kimia yang terjadi pada suatu zat juga dapat ditandai dari adanya gas baru dari hasil reaksi. Contohnya yaitu reaksi kimia pada proses pembakaran yang menghasilkan gas CO2, atau perubahan kimia pada yang terjadi pada pembusukan yang menghasilkan jenis gas baru yang berbau menyengat.

Demikianlah pembahasan mengenai macam-macam perubahan wujud pada zat padat, cair, dan gas. Semoga penjelasan masing-masing perubahan bentuk tersebut bermanfaat.

Share :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top