Home » Tehnik » Fungsi Kapasitor Pada Mesin Pompa Air

Fungsi Kapasitor Pada Mesin Pompa Air

fungsi+kapasitor+pompa+air
Fungsi Kapasitor Pompa Air

Fungsi Kapasitor Pada Mesin Pompa Air – Pada elektromotor (motor penggerak) pompa air, terdapat sebuah komponen yang dinamakan kapasitor. Kapasitor merupakan komponen elektrik yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik. Lalu, apa fungsi kapasitor pada mesin pompa air?

Fungsi Kapasitor Pada Mesin Pompa Air

Pada umumnya, kapasitor yang digunakan pada pompa air mesin merupakan jenis kapasitor starting, dimana fungsinya adalah untuk membantu proses starting elektromotor. Prinsip kerja kapasitor starting adalah menyimpan muatan listrik setelah dialiri arus listrik, kemudian arus listrik yang tersimpan digunakan kembali untuk keperluan proses starting elektromotor.

Ketika mesin pompa air dihidupkan, elektromotor memerlukan energi yang cukup besar untuk menghasilkan energi putar, sehingga sebagian energi listriknya diambil dari kapasitor. Dengan begitu, beban motoran menjadi ringan saat melakukan starting.

Dengan melihat peranan fungsi kapasitor tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pengaruh kapasitor pada mesin pompa air sangat penting. Tanpa adanya kapasitor, maka mesin pompa air tidak dapat bekerja sebagaimana fungsinya.

Apa Yang Terjadi Jika Kapasitor Rusak?

Dalam penggunaannya, kapasitor dapat mengalami kerusakan. Penyebab kapasitor rusak biasanya disebabkan oleh pemakaian pompa air yang cukup sudah lama. Lalu, bagaimana jika kapasitor mengalami kerusakan?

Kerusakan kapasitor pada umumnya adalah mengalami penurunan fungsi karena tidak dapat menyimpan arus listrik. Terdapat beberapa tanda yang disebabkan oleh kerusakan kapasitor pada mesin pompa air, seperti pompa air tidak dapat berputar, terdengar bunyi mendengung pada saat mesin dihidupkan, atau mesin dapat berputar jika dibantu menggunakan tangan.

Baca Lainnya :   Perbedaan Mata Bor Kayu, Besi, Dan Benton

Tanda-tanda lainnya dari kerusakan pada kapasitor dapat dilihat dari perubahan fisik pada badan kapasitor, seperti adanya retakan, menggelembung, berminyak, atau terdapat bekas cairan yang meleleh. Jika tanda tersebut tidak terlihat, maka untuk mengetahui apakah kondisi kapasitor masih bagus atau tidaknya, kita dapat mengeceknya menggunakan multi tester.

Pengecekan Dan Pemasangan Kapasitor

Untuk mengecek kapasitor menggunakan multitester, caranya yaitu dengan mengatur panel multi tester pada hambatan X1. Setelah itu, hubungkan kedua ujung probe pada masing-masing terminal kapasitor (bebas bisa bolak-balik).

Untuk mengetahui hasilnya, perhatikan jarum multi tester. Jika jarum multi tester bergerak ke kanan dan kembali ke kiri (0), maka tandanya kapasitor masih bagus. Namun, jika jarum multi tester tidak bergerak sama sekali atau bergerak ke kanan tetapi tidak kembali lagi, maka tandanya kapasitor tersebut rusak.

Jika kapasitor mesin pompa air rusak, maka kita harus menggantinya dengan ukuran yang sama. Jika tidak menemukan ukuran yang sama, bisa saja mengganti kapasitor dengan ukuran yang berbeda. Dengan catatan selisihnya tidak terlalu jauh dengan ukuran aslinya. Namun hal seperti ini tidak disarankan karena dapat merusak elektromotor. Biasanya, ukuran kapasitor pompa air berkisar antara 4μF sampai 16μF dengan kisaran harga sekitar Rp 25.000.

Dalam melakukan penggantian kapasitor, perhatikan baik-baik jalur kabel yang terhubung dengan kapasitor. Sebelum memulai penggantian sebaiknya diambil gambarnya (difoto) terlebih dahulu. Kesalahan dalam menyambungn jalur kabel kapasitor dapat menyebabkan beberapa masalah seperti elektromotor tidak dapat berputar atau malah terbakar.

Baca Lainnya :   Jenis-Jenis Mata Bor Beserta Gambar Dan Fungsinya

Demikianlah pembahasan mengenai fungsi kapasitor pada mesin pompa air, serta bagaimana cara pengecekan dan penggantian kapasitor yang rusak.. Semogabermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top