Home » Pendidikan » Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dan Penjelasannya

Kumpulan Rumus Matematika Lengkap Dan Penjelasannya

kumpulan+rumus+matematika
Kumpulan Rumus Matematika

Kumpulan Rumus Matematika Lengkap – Matematika merupakan salah satu mata pelajaran penting untuk dikuasai. Mengapa begitu? Karena terdapat banyak rumus yang harus dipelajari. Selain itu, palajaran yang satu ini juga selalu diujikan di sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Lalu, rumus apa saja yang ada di dalam pelajaran matematika?

Banyak yang menganggap pembelajaran matematika itu sulit. Padahal sebenarnya tidak begitu, karena setiap persoalan pada matematika dapat dikerjakan dengan rumus yang bersifat mutlak. Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk menghafal dan memahami rumus-rumus matematika.

Nah, untuk memudahkan dalam mengerjakan soal-soal matematika, berikut telah dirangkum kumpulan rumus matematika beserta penjelasannya masing-masing yang akan membantu dalam belajar serta meningkatkan pemahaman tentang materi pelajaran matematika.

Rumus Matematika Operasi Bilangan Bulat

Dalam perhitungan bilangan bulat, terdapat beberapa sifat operasi yang perlu diketahui, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Sifat Komutatif Penjumlahan

Rumus: a + b = b + a
Contoh: 2 + 5 = 5 + 2

2. Sifat Komutatif Perkalian

Rumus: a x b = b x a
Contoh: 3 x 5 = 5 x 3

3. Sifat Asosiatif Penjumlahan

Rumus: (a + b) + c = a + (b + c)
Contoh: (3 + 5) + 6 = 3 + (5 + 6)

4. Sifat Asosiatif Perkalian

Rumus: (a x b) x c = a x (b x c)
Contoh: (3 x 5) x 2 = 3 x (5 x 2)

5. Sifat Distributif Perkalian Terhadap Penjumlahan

Rumus: a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
Contoh: 2 x (5 + 10) = (2 x 5) + (2 x 10)

6. Sifat Distributif Perkalian Terhadap Pengurangan

Rumus: a x (b – c) = (a x b) – (a x c)
Contoh: 2 x (10 – 5) = (2 x 10) – (2 x 5)

Operasi Hitung Bilangan Bulat Positif Dan Negatif

1. Rumus Penjumlahan Bilangan Bulat

a. (+) + (+) = (+)

Contoh:
3 + 5 = 8

b. (-) + (-) = (-)

Contoh:
(-2) + (-3) = (-5)

c. (+) + (-) = bisa (+) bisa juga (-)
Jika (+) lebih besar maka hasilnya (+)
Jika (-) lbh besar maka hasilnya (-)

Contoh:
8 + (-5) = 3
8 + (-10) = (-2)

d. (-) + (+) = bisa (+) bisa juga (-)
Jika (+) lebih besar maka hasilnya (+)
Jika (-) lebih besar maka hasilnya (-)

Contoh:
(-5) + 9 = 4
(-5) + 2 = (-3)

2. Rumus Pengurangan Bilangan Bulat

a. (+) – (+) = bisa (+) bisa juga (-)
Jika bilangan pertama lebih besar maka hasilnya (+)
Jika bilangan kedua lebih besar maka hasilnya (-)

Contoh:
5 – 2 = 3
5 – 9 = (-4)

b. (-) – (-) = bisa (+) bisa juga (-)
Jika bilangan pertama lebih besar maka hasilnya (+)
Jika bilangan kedua yang lebih besar maka hasilnya (-)

Contoh:
(-2) – (-5) = (-2) + 5 = 3
(-6) – (-2) = (-6) + 2 = (-4)

c. (+) – (-) = (+)

Contoh:
1 – (-5) = 1 + 5 = 6

d. (-) – (+) = (-)

Contoh:
(-2) – 5 = (-7)

3. Rumus Perkalian Bilangan Bulat

a. (+) x (+) = (+)

Contoh:
2 x 5 = 10

b. (-) x (-) = (+)

Contoh:
(-2) x (-5) = 10

c. (+) x (-) = (-)

Contoh:
2 x (-5) = (-10)

d. (-) x (+) = (-)

Contoh:
(-2) x 5 = (-10)

4. Rumus Pembagian Bilangan Bulat

a. (+) : (+) = (+)

Contoh:
10 : 5 = 2

b. (-) : (-) = (+)

Contoh:
(-10) : (-5) = 2

c. (+) : (-) = (-)

Contoh:
10 : (-5) = (-2)

d. (-) : (+) = (-)

Contoh:
(-10) : 5 = (-2)

Rumus Matematika Operasi Hitungan Campuran

Operasi hitung campuran merupakan operasi hitung yang didalamnya melibatkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Aturan yang berlaku dalam operasi hitung campuran adalah:

  • Penjumlahan dan pengurangan adalah setara, jadi dikerjakan mulai dari kiri
  • Perkalian dan pembagian adalah setara, jadi dikerjakan mulai dari kiri
  • Jika terdapat tanda kurung (), kerjakan yang ada di dalam tanda kurung terlebih dahulu
  • Jika tidak ada tanda kurung (), kerjakan perkalian dan pembagian terlebih dahulu. Kemudian, kerjakan penjumlahan dan pengurangan

Contoh:
200 – 40 x 10 : 4 – (20 + 30)
= 200 – 40 x 10 : 4 – 50
= 200 – 400 : 4 – 50
= 200 – 100 – 50
= 50

Rumus Matematika Perpangkatan Dan Akar

1. Perpangkatan

Perpangkatan adalah perkalian bilangan yang sama dengan bilangan itu sendiri sebanyak jumlah pangkatnya

Contoh:
2² = 2 x 2 = 4
4² = 4 x 4 = 16
5² = 5 x 5 = 25

2. Akar

Akar adalah hasil dari suatu perpangkatan

Contoh:
√25 = 5
√16 = 6
√9 = 3

Rumus Matematika Akar Pangkat 3 Bilangan Kubik

1³ dibaca satu pangkat tiga = 1 x 1 x 1 = 1
2³ dibaca dua pangkat tiga = 2 x 2 x 2 = 8
3³ dibaca tiga pangkat tiga = 3 x 3 x 3 = 27
4³ dibaca empat pangkat tiga = 4 x 4 x 4 = 64
5³ dibaca lima pangkat tiga = 5 x 5 x 5 = 125
1, 8, 27, 64, 125, dan seterusnya adalah bilangan kubik atau bilangan pangkat 3

1. Penjumlahan Bilangan Berpangkat

Contoh:
2³ + 3³
= (2 x 2 x 2) + (3 x 3 x 3)
= 8 + 27
= 35

2. Pengurangan Bilangan Berpangkat

Contoh:
6³ – 4³
= (6 x 6 x 6) – (4 x 4 x 4)
= 216 – 64
= 152

3. Perkalian Bilangan Berpangkat

Contoh:
2³ x 4³
= (2 x 2 x 2) x (4 x 4 x 4)
= 8 x 64
= 512

4. Pembagian Bilangan Berpangkat

Contoh:
6³ : 2³
= (6 x 6 x 6) : (2 x 2 x 2)
= 216 : 8
= 27

Rumus Matematika KPK Dan FPB

1. Rumus Mencari KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

  • Tentukan faktorisasi prima dari masing-masing bilangan
  • Kalikan semua faktor, jika ada faktor yg sama pilih pangkat yang tertinggi
Baca Lainnya:   Bangun Ruang: Jenis, Gambar, Ciri, Rumus dan Contoh Soal

Contoh:
12 = 2² x 3
15 = 3 x 5
Terdapat faktor yang sama yaitu 3, jadi kita ambil salah satunya saja
Jadi, KPK dari 12 dan 15 adalah 2² x 3 x 5 = 60

2. Rumus Mencari FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

  • Tentukan faktorisasi prima dari masing-masing bilangan
  • Mengalikan faktor yang sama yang memiliki pangkat terkecil

Contoh:
27 = 3³
18 = 2 x 3²
Terdapat faktor yang sama yaitu 3, dan yang memiliki pangkat terkecil adalah 3²
Jadi, FPB dari 27 dan 18 adalah 3² = 9

Rumus Matematika Pecahan

1. Mengubah Pecahan Biasa ke Bentuk Persen

Untuk mengubah pecahan ke bentuk persen dapat dilakukan dengan mengubah penyebut pecahan ke bentuk 100

Contoh:
1/4 = 25/100 = 25%
1/2 = 50/100 = 50%

2. Mengubah Bentuk Persen ke Pecahan Biasa

Untuk mengubah bentuk persen ke pecahan dapat dilakukan dengan menambahkan penyebut 100 pada bilangan persen

Contoh:
50% = 50/100 = 1/2
20% = 20/100 = 1/5

3. Mengubah Desimal menjadi Pecahan Biasa

Untuk mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa dapat dilakaukan dengan melihat tanda koma pada desimal:

  • Jika satu angka dibelakang koma maka diubah menjadi pecahan persepuluh
  • Jika dua angka dibelakang koma maka diubah menjadi pecahan perseratus
  • Jika tiga angka dibelakang koma maka diubah menjadi pecahan perseribu, dan seterusnya

Contoh:
0,5 = 5/10 = 1/2
0,25 = 25/100 = 1/4
0,125 = 125/1000 = 1/8

4. Mengubah Pecahan Biasa menjadi Desimal

Untuk mengubah pecahan biasa ke desimal dapat dilakaukan dengan mengubah penyebut pecahan menjadi 10, 100, 1000, dan seterusnya.

Contoh:
1/5 = 2/10 = 0,2
1/25 = 4/100 = 0,04
1/8 = 125/1000 = 0,125

Rumus Matematika Operasi Hitung Pecahan

1. Rumus Penjumlahan Pecahan

a. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

a/b + c/b = (a + c)/b

Contoh:
1/4 + 2/4 = (1 + 2)/4 = 3/4
2/6 + 3/6 = (2 + 3)/6 = 5/6

b. Penjumlahan Pecahan Beda Penyebut

a/b + c/d = (a x d) + (b x c)/(b x d)

Contoh:
1/2 + 1/3 = (1 x 3) + (2 x 1)/(2 x 3) = (3 + 2)/ 6 = 5/6
2/3 + 1/5 = (2 x 5) + (3 x 1)/(3 x 5) = (10 + 3)/ 15 = 13/15

2. Rumus Pengurangan Pecahan

a. Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama

a/b – c/b = (a – c)/b

Contoh:
3/4 – 2/4 = (3 – 2)/4 = 1/4
5/6 – 3/6 = (5 – 3)/6 = 2/6 = 1/3

b. Pengurangan Pecahan Beda Penyebut

a/b – c/d = (a x d) – (b x c)/(b x d)

Contoh:
1/2 – 1/3 = (1 x 3) – (2 x 1)/(2 x 3) = (3 – 2)/ 6 = 1/6
2/3 – 1/5 = (2 x 5) – (3 x 1)/(3 x 5) = (10 – 3)/ 15 = 7/15

3. Rumus Perkalian Pecahan

a/b x c/d = (a x c)/(b x d)

Contoh:
1/2 x 1/3 = (1 x 1)/(2 x 3) = 1/6
3/4 x 2/5 = (3 x 2)/(4 x 5) = 6/20 = 3/10

4. Rumus Pembagian Pecahan

a/b : c/d = a/b x d/c

Contoh:
1/8 : 1/4 = 1/8 x 4/1 = (1 x 4)/(8 x 1) = 4/8 = 1/2
1/2 : 1/4 = 1/2 x 4/1 = (1 x 4)/(2 x 1) = 4/2 = 2

Hubungan Antar Satuan

1. Satuan Panjang

  • 1 km = 10 hm
  • 1 km = 100 dam
  • 1 km = 1.000 m
  • 1 km = 10.000 dm
  • 1 km = 100.000 cm
  • 1 km = 1.000.000 mm

2. Satuan Berat

  • 1 kg = 10 hg
  • 1 kg = 100 dag
  • 1 kg = 1.000 g
  • 1 kg = 10.000 dg
  • 1 kg = 100.000 cg
  • 1 kg = 1.000.000 mg
  • 1 ton = 1.000 kg
  • 1 ton = 10 kuintal
  • 1 kuintal = 100 kg
  • 1 kg = 10 ons

3. Satuan Volume Dalam Kubik

  • 1 km³ = 1.000 hm³
  • 1 km³ = 1.000.000 dam³
  • 1 km³ = 1.000.000.000 m³
  • 1 km³ = 1.000.000.000.000 dm³
  • 1 km³ = 1.000.000.000.000.000 cm³
  • 1 km³ = 1.000.000.000.000.000.000 mm³

4. Satuan Volume Dalan Liter

  • 1 kl = 10 hl
  • 1 kl = 100 dal
  • 1 kl = 1.000 l
  • 1 kl = 10.000 dl
  • 1 kl = 100.000 cl
  • 1 kl = 1.000.000 ml
  • 1 dm³ = 1 liter
  • 1 cm³ = 1 ml

5. Satuan Waktu

  • 1 Menit = 60 Detik
  • 1 Jam = 60 Menit
  • 1 Hari = 24 Jam
  • 1 Minggu = 7 Hari
  • 1 Bulan = 30 / 31 Hari
  • 1 Bulan = 4 Minggu
  • 1 Tahun = 12 Bulan
  • 1 Tahun = 52 Minggu
  • 1 Windu = 8 Tahun
  • 1 Dekade = 10 Tahun
  • 1 Dasawarsa = 10 Tahun
  • 1 Abad = 100 Tahun
  • 1 Milenium = 1.000 Tahun

6. Konversi Satuan Detik

  • 1 menit = 60 detik
  • 1 jam = 3.600
  • 1 hari = 86400
  • 1 bulan = 2.592.000 detik
  • 1 tahun = 31.104.000 detik

Kumpulan Rumus Luas Bangun Datar Matematika

Nama Bangun DatarRumus Luas
Persegis x s
Keterangan:
s = sisi persegi
Persegi Panjangp x l
Keterangan:
p = panjang
l = lebar
Segitiga1/2 x a x t
Keterangan:
a = alas
t = tinggi
Trapesium1/2 x (a + b) x t
keterangan:
a, b = sisi sejajar
t = tinggi
Jajar Genjanga x t
Keterangan:
a = alas
t = tinggi
Belah Ketupat1/2 x d1 x d2
Keterangan:
d1 = diagonal 1
d2 = diagonal 2
Layang-Layang1/2 x d1 x d2
Keterangan:
d1 = diagonal 1
d2 = diagonal 2
Lingkaranπ x r²
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari
Rumus Luas Bangun Datar

Kumpulan Rumus Keliling Bangun Datar Matematika

Nama Bangun DatarRumus Keliling
Persegi4 x s
Keterangan:
s = sisi persegi
Persegi Panjang2 x (p + l)
Keterangan:
p = panjang
l = lebar
Segitigas + s + s
Keterangan:
s = sisi segitiga
Trapesiums + s + s + s
Keterangan:
s = sisi trapesium
Jajar Genjang2 x (a + b)
Keterangan:
a, b = sisi sejajar
Belah Ketupat4 x s
Keterangan:
s = sisi belah ketupat
Layang-Layangs + s + s + s
Keterangan:
s = sisi layang-layang
Lingkaran2 x π x r
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari lingkaran
Rumus Keliling Bangun Datar

Kumpulan Rumus Volume Bangun Ruang

KubusV = s x s x s
Keterangan:
s = rusuk kubus
BalokV = p x l x t
Keterangan:
p = panjang
l = lebar
t = tinggi
LimasV = 1/3 x Luas Alas x Tinggi
Keterangan:
Luas alas tergantung bentuk sisi alasnya
PrismaV = Luas Alas x Tinggi
Keterangan:
Luas alas tergantung bentuk sisi alasnya
KerucutV = 1/3 x π x r² x t
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari kerucut
t = tinggi kerucut
TabungV = π x r² x t
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari tabung
t = tinggi tabung
BolaV = 4/3 x π x r³
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari bola
Rumus Volume Bangun Ruang

Kumpulan Rumus Luas Permukaan Bangun Ruang

KubusL = 6 x s x s
Keterangan:
s = rusuk kubus
BalokL = 2 (p x l + p x t + l x t)
Keterangan:
p = panjang
l = lebar
t = tinggi
LimasL = luas alas + luas seluruh sisi tegak
Keterangan:
Luas alas tergantung bentuk sisi alasnya,
Luas sisi tegak limas berbentuk segitiga
PrismaL = (2 x luas alas) + (keliling alas x tinggi)
Keterangan:
Luas alas tergantung bentuk sisi alasnya
KerucutL = π x r (r + s)
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari kerucut
s = garis pelukis kerucut
TabungL = 2 x π x r x (r + t)
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari tabung
t = tinggi tabung
BolaL = 4 x π x r²
Keterangan:
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari bola
Rumus Luas Permukaan Bangun Ruang

Sifat-Sifat Bangun Datar

1. Sifat-Sifat Persegi

  • Memiliki 4 sisi sama panjang
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki 4 sudut siku-siku
  • Memiliki 2 diagonal sama panjang
Baca Lainnya:   Pengertian Dan Tujuan Pembelajaran Matematika

2. Sifat-Sifat Persegi Panjang

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 2 pasang sisi sama panjang
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki 4 sudut siku-siku
  • Mempunyai 2 diagonal sama panjang

3. Sifat-Sifat Segitiga Sama Kaki

  • Memiliki 3 buah sisi
  • Memiliki 3 titik sudut
  • Memiliki 2 sisi sama panjang
  • Memiliki 2 sudut sama besar

4. Sifat-Sifat Segitiga Sama Sisi

  • Memiliki 3 buah sisi sama panjang
  • Memiliki 3 titik sudut
  • Memiliki 3 sudut sama besar (60º)

5. Sifat-Sifat Segitiga Siku-Siku

  • Memiliki 3 buah sisi
  • Memiliki 3 titik sudut
  • Memiliki 1 buah sudut siku-siku 45º

6. Sifat-Sifat Segitiga Lancip

  • Memiliki 3 buah sisi
  • Memiliki 3 titik sudut
  • Memiliki 3 sudut yang besarnya kurang dari 90º

7. Sifat-sifat Segitiga Tumpul

  • Memiliki 3 buah sisi
  • Memiliki 3 titik sudut
  • Memiliki 1 sudut yang besarnnya lebih dari 90º dan kurang dari 180º

8. Sifat-Sifat Segitiga Sembarang

  • Memiliki 3 buah sisi yang panjang berbeda
  • Memiliki 3 titik sudut yang besarnya berbeda
  • Jumlah ketiga sudutnya 180º

9. Sifat-Sifat Jajar Genjang

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang
  • Sudut-sudut yang berhadapan sama besar
  • Memiiki 2 diagonal yang saling membagi dua sama panjang

10. Sifat-Sifat Trapesium Sama Kaki

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki sepasang sisi sejajar yang beda panjang
  • Memiliki 2 sisi yang sama panjang
  • Memiliki 2 pasang sudut yang besarnya sama

11. Sifat-Sifat Trapesium Siku-Siku

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki sepasang sisi sejajar yang beda panjang
  • Memiliki 2 sudut siku-siku

12. Sifat-Sifat Trapesium Sembarang

  • Memiliki 4 buah sisi yang panjang berbeda
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki sepasang sisi sejajar yang beda panjang

13. Sifat-Sifat Layang-layang

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki 2 pasang sisi sama panjang
  • Memiliki sepasang sudut sama besar
  • Memiliki 2 diagonal berpotongan tegak lurus

14. Sifat-Sifat Belah Ketupat

  • Memiliki 4 buah sisi sama panjang
  • Memiliki 4 titik sudut
  • Memiliki 2 pasang sudut sama besar
  • Memiliki 2 diagonal berpotongan tegak lurus

15. Sifat-Sifat Lingkaran

  • Memiliki 1 buah sisi
  • Tidak memiliki titik sudut
  • Memiliki 1 titik pusat
  • Memiliki jari-jari
  • Memiliki diameter

Sifat-Sifat Bangun Ruang

1. Sifat-Sifat Kubus

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi
  • Memiliki 12 rusuk sama panjang
  • Memiliki 8 titik sudut

2. Sifat-Sifat Balok

  • Memiliki 6 sisi berbentuk persegi dan persegi panjang
  • Memiliki 12 rusuk, terdiri dari 4 rusuk panjang, 4 rusuk lebar, 4 rusuk tinggi
  • Memiliki 8 titik sudut

3. Sifat-Sifat Prisma Segitiga

  • Memilik 5 buah sisi
  • Memiliki 9 buah rusuk
  • Memiliki 6 buah titik sudut
  • Sisi alas dan atap berbentuk segitiga

4. Sifat-Sifat Prisma Segiempat

  • Memilik 6 buah sisi
  • Memiliki 12 buah rusuk
  • Memiliki 8 buah titik sudut
  • Sisi alas dan atap berbentuk segiempat

5. Sifat-Sifat Limas Segitiga

  • Memiliki 4 buah sisi
  • Memiliki 6 buah rusuk
  • Memiliki 4 buat titik sudut
  • Sisi alas berbentuk segitiga

6. Sifat-Sifat Limas Segiempat

  • Memiliki 5 buah sisi
  • Memiliki 8 buah rusuk
  • Memiliki 5 buat titik sudut
  • Sisi alas berbentuk segiempat

7. Sifat-Sifat Kerucut

  • Memiliki 2 buah sisi
  • Memiliki 1 buah rusuk
  • Memiliki 1 buah titik sudut
  • Sisi alas berbentuk lingkaran

8. Sifat-Sifat Tabung

  • Memiliki 3 buah sisi
  • Memiliki 2 buah rusuk
  • Tidak memiliki titik sudut
  • Sisi alas dan atas berbentuk lingkaran

9. Sifat-Sifat Bola

  • Memiliki 1 buah sisi
  • Tidak memiliki rusuk
  • Tidak memiliki titik sudut
  • Memiliki titik pusat

Simetri Lipat dan Simetri Putar Bangun Datar

Nama BangunSimetri LipatSimetri Putar
Persegi44
Persegi Panjang22
Segitiga Sama Kaki1
Segitiga Sama Sisi33
Jajar Genjang2
Trapesium Sama Kaki1
Layang-layang1
Belah Ketupat22
Lingkarantak terhinggatak terhingga
Elips22
Segi Lima Beraturan55
Segi Enam Beraturan66
Sgi Delapan Beraturan88

Rumus Matematika Jarak Dan Kecepatan

Jarak = kecepatan x jarak
Kecepatan = jarak : waktu
Waktu = jarak : kecepatan

Rumus Matematika Skala

Rumus Skala = Jarak Pada Peta : Jarak Sebenarnya
Rumus Jarak Pada Peta = Jarak Sebenarnya x Skala
Rumus Jarak Sebenarnya = Jarak Pada Peta : Skala

Mengukur Sudut

Mengukur sudut dapat dilakukan dengan busur derajat. Berikut merupakan nama jenis-jenis sudut berdasarkan nilainya:

  • Sudut lancip adalah sudut yang kurang dari 90º
  • Sudut tumpul adalah sudut yang lebih dari 90 derajat dan kurang dari 180º
  • Sudut siku-siku adalah sudut yang besarnya 90º
  • Sudut lurus adalah sudut yang besarnya 180º
  • Sudut refleks adalah sudut yang lebih dari 180º dan kurang dari 360º

Penyajian Dan Pengolahan Data

  • Nilai minimum adalah nilai yang terkecil dan yang terendah dari semua data
  • Nilai maksimal adalah nilai yang tertinggi dari semua data yang ada didalamnya
  • Modus adalah nilai yang paling banyak muncul
  • Median adalah nilai tengah
  • Mean (rata-rata) adalah jumlah nilai data dibagi dengan banyaknya data. Rumusnya adalah menjumlahkan semua data, kemudian dibagi dengan jumlah data

Contoh:

78698879610
108767961089

Nilai maksimum = 10
Nilai minimum = 6
Mean/rata-rata = (6 x 4) + (7 x 4) + (8 x 5) + (9 x 4) + (10 x 3) : 20 = 7,9
Median = 8
Modus = 8

Sistem Koordinat

  • Sumbu x juga disebut dengan Absis (x) dan untuk sumbu y disebut juga dengan Ordinat (y)
  • Sebuah bidang koordinat cartesius akan terbentuk oleh 2 buah sumbu yakni sumbu tegak (sumbu y) dan sumbu mendatar (sumbu x)
  • Dari titik nol sumbu tegak akan ke atas dan sumbu mendatar akan ke kanan yang mempunyai nilai positif
  • Dari titik nol sumbu tegak akan ke bawah dan sumbu mendatar akan ke kiri yang mempunyai nilai negatif
  • Mencari titik koordinat suatu objek dapat dicari dengan mencari letak pada sumbu x ke kanan ataupun ke kiri dengan letak pada sumbu y ke atas ataupun ke bawah

Demikianlah informasi mengenai kumpulan rumus matematika lengkap dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dalam belajar materi matematika.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top