Home » Bisnis » Cara Menentukan dan Menghitung Rasio Perbandingan

Cara Menentukan dan Menghitung Rasio Perbandingan

cara+menghitung+perbandingan
Cara Menghitung Perbandingan

Cara Menentukan dan Menghitung Rasio Perbandingan – Perbandingan adalah selisih angka atau rasio untuk membandingkan nilai dari beberapa satuan yang sejenis. Secara umum, perbandingan dinyatakan dalam bentuk pecahan paling sederhana. Untuk menentukan atau menghitung suatu perbandingan, Kita harus dapat memahami pola perbandingan yang dipertanyakan.

Dalam kehidupan sehari-hari, perbandingan sering digunakan untuk menyatakan bilangan angka, seperti uang, umur, ukuran skala, persentase, dan lain sebagainya. Perbandingan biasanya ditulis menggunakan tanda bagi (:) atau bilangan pecahan. Misalnya terdapat sejumlah uang yang nilainya 3 banding 5, maka dituliskan 3:5.

Untuk membandingkan antara beberapa besaran, syaratnya adalah besaran tersebut harus memiliki satuan yang sejenis. Misalnya satuan berat dengan satuan berat atau satuan panjang dengan panjang. Karena kita tidak dapat menghitung perbandingan pada satuan yang berbeda, seperti membandingkan satuan panjang dengan satuan waktu atau yang lainnya.

Cara Menentukan Perbandingan

Untuk menentukan perbandingan, pada dasarnya konsep yang digunakan adalah pembagian. Artinya, untuk menentukan perbandingan sama dengan mengubah pola yang dibandingkan ke dalam pecahan paling sederhana. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Menentukan angka-angka yang akan dibandingkan
  • Membagi angka yang dibandingkan dengan angka pembading
  • Menyederhanakan ke bentuk yang paling sederhana

Perhatikan contoh berikut!

Usia Ayah sekarang adalah 50 tahun sedangkan usia Paman 40 tahun. Berapa perbandingan usia Ayah dengan usia Paman?

Langkah-langkah menentukan perbandingan:

1. Menentukan angka-angka yang akan dibandingkan
Usia Ayah = 50 tahun
Usia Paman = 40 tahun

2. Membagi angka yang dibandingkan dengan angka pembadingan
Usia Ayah:Usia Paman = 50:40

3. Menyederhanakan ke bentuk yang paling sederhana, kita dapat menggunakan cara membagi dengan bilangan yang sama sampai tidak dapat dibagi lagi.

50:40 = (50 : 10) : (40 : 10) = 5:4
Jadi, perbandingan usia Ayah dan Paman adalah 5:4

Menghitung Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai

cara+menentukan+perbandingan
Cara Menentukan Perbandingan

Secara umum, perbandingan dibedakan menjadi 2, yaitu perbandingan senilai dan perbandigan berbelik nilai.

Perbandingan Senilai

Contoh Soal

Sebuah kendaraan membutuhkan waktu 30 menit untuk menempuh jarak 60 km. Berapa km jarak yang dapat ditempuh dengan waktu 50 menit?

Contoh di atas menunjukan bahwa semakin banyak waktu yang diperlukan, maka jarak yang dapat ditempuh akan semakin jauh. Soal seperti ini termasuk dalam perbandingan senilai. Rumus untuk menghitung perbandingan senilai adalah:

a1/a2 = b1/b2

Sehingga diperoleh:

a1 = (b1 x a2) : b2
b1 = (a1 x b2) : a2
a2 = (a1 x b2) : b1
b2 = (b1 x a2) : a1

Pembahasan:

Diketahui:
Waktu (a1) = 30 menit
Jarak tempuh (b1) = 60 km
Waktu (a2) = 50 menit

Ditanya:
Jarak tempuh (b2) ?

Jawaban:

b2 = (b1 x a2) : a1
b2 = (60 x 50) : 30
b2 = 3000 : 30
b2 = 100

Jadi, jarak yang dapat ditempuh dengan waktu 50 menit adalah 100 km

Perbandingan Berbalik Nilai

Contoh Soal

Sebuah rumah dibangun oleh 10 orang dapat selesai dalam waktu 100 hari. Berapa hari waku yang diperlukan jika rumah dibangun oleh 20 orang?

Soal di atas menunjukan bahwa semakin banyak orang yang membangun rumah, maka waktu yang diperlukan akan semakin sedikit. Soal tersebut termasuk dalam soal perbandingan berbalik nilai. Rumus untuk menghitung perbandingan berbalik nilai adalah:

a1/a2 = b2/b1

Sehingga diperoleh:

a1 = (b2 x a2) : b1
b1 = (b2 x a2) : a1
a2 = (a1 x b1) : b2
b2 = (a1 x b1) : a2

Pembahasan:

Diketahui:
Orang (a1) = 10 orang
Waktu (b1) = 100 hari
Orang (a2) = 20 orang

Ditanya:
Waktu (b2) ?

Jawaban:

b2 = (a1 x b1) : a2
b2 = (10 x 100) : 20
b2 = 1000 : 20
b2 = 50

Jadi, waktu yang diperlukan dengan 20 orang adalah 50 hari

Cara Menghitung Hasil Rasio Perbandingan

Perbandingan juga sering digunakan untuk menentukan hasil dari suatu besaran. Dalam hal ini, suatu besaran merupakan jumlah dari seluruh perbandingan yang telah ditentukan. Rumus untuk menghitung hasil perbandingan dapat dituliskan sebagai berikut:

Hasil X = (Perbandingan X : Total Perbandingan) x Total Hasil

Contoh Soal

Seorang pengusaha menerima modal dari investor untuk membangun sebuah perusahaan. Setelah melakukan kesepakatan, pengusaha dan investor akhirnya sepakat untuk membagi keuntungan dengan perbandingan pengusaha:investor sebesar 2:1. Jika keuntungan yang didapat dari perusahaan adalah Rp 60 juta, maka berapa masing-masing keuntungan yang diperoleh antara pengusaha dan investor?

Pembahasan:

Diketahui:
Keuntungan bisnis = Rp 60 juta
Perbandingan keuntungan pengusaha:investor = 2:1
Total perbandingan = 2 + 1 = 3
Keuntungan pengusaha = 2/3
Keuntungan investor = 1/3

Ditanya:
Keuntungan pengusaha?
Keuntungan investor?

Jawaban:

Keuntungan pengusaha = (Perbandingan X : Total Perbandingan) x Total Hasil
Keuntungan pengusaha = 2/3 x Rp. 60 juta
Keuntungan pengusaha = 120/3
Keuntungan pengusaha = Rp. 40 juta

Keuntungan investor = (Perbandingan X : Total Perbandingan) x Total Hasil
Keuntungan investor = 1/3 x Rp 60 juta
Keuntungan investor = 60/3
Keuntungan investor = Rp 20 juta

Jadi, keuntungan yang didapat oleh pengusaha adalah Rp. 40 juta dan investor mendapatkan Rp 20 juta dari seluruh total keuntungan perusahan.

Demikianlah pembahasan mengenai cara menentukan dan menghitung hasil rasio perbandingan. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top