Home » Matematika » Materi Bangun Ruang Kelas 6 SD Dan Contoh Soal

Materi Bangun Ruang Kelas 6 SD Dan Contoh Soal

materi+bangun+ruang+kelas+6
Materi Bangun Ruang Kelas 6

Materi Bangun Ruang Kelas 6 SD Dan Contoh Soal – Salah satu materi matematika yang dipelajari di kelas 6 SD yaitu bangun ruang. Pada kesempatan kali ini akan dipelajari tentang materi dan rumus perhitungan bangun ruang yang dipelajari di kelas 6 SD beserta contoh soalnya.

Bangun ruang sebenarnya merupakan materi yang diajarkan di kelas 5, yaitu bangun ruang kubus dan balok. Sedangkan pada kelas 6 semester 2, dilanjutkan dengan pembahasan jenis bangun ruang lainnya, yang meliputi prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola.

Nah, bagi kalian yang kini berada di bangku kelas 6 SD dan ingin mendalami materi bangun ruang, silahkan simak pembahasan berikut ini mengenai materi bangun ruang yang diberikan di kelas 6 SD, lengkap dengan contoh soal dan cara menghitungnya.

Materi Bangun Ruang Kelas 6 SD Dan Contoh Soal

Materi bangun ruang yang diajarkan di kelas 6 SD yaitu prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola. Berikut penjelasannya.

1. Bangun Ruang Prisma

Prisma adalah salah satu bangun ruang yang memiliki bentuk alas dan atapnya sama (kongruen), serta sisi tegak berbentuk segi empat. Sisi tegak prisma sering disebut sebagai selimut prisma.

Berdasarkan bentuk alas dan atapnya, prisma memiliki beberapa jenis, mulai dari prisma tegak segitiga, prisma segi empat, prisma segi lima, prisma segi enam, dan seterusnya.

Penamaan prisma didasari oleh bentuk alas dan atapnya. Sebagai contoh, prisma dengan alas segitiga, maka dinamakan prisma segitiga. Prisma dapat dihitung volume dan luasnya. Berikut merupakan rumus menghitung volume prisma dan luas permukaan prisma:

Volume Prisma (V) = Luas Alas x Tinggi
Luas Permukaan Prisma (L) = (2 x Luas Alas) + (Keliling Alas x Tinggi)

Contoh Soal

1. Sebuah prisma segi empat memiliki tinggi 10 cm. Slas prisma berbentuk persegi dengan ukuran sisi 5 cm. Berapa volume prisma?

Penyelesaian:
V = Luas Alas x Tinggi
V = (s x s) x Tinggi
V = (5 x 5) x 10
V = 25 x 10
V = 250 cm³.

2. Sebuah prisma segitiga siku-siku memiliki tinggi 10 cm. Panjang sisi alasnya berturut-turut adalah 3 cm, 4 cm dan 5 cm. Berapa luas permukaan prisma?

Penyelesaian:
L = (2 x Luas Alas) + (Keliling Alas x Tinggi)
L = (2 x (1/2 x a x t)) + ((s + s + s) x Tinggi)
L = (2 x (1/2 x 3 x 4)) + ((3 + 4 + 5) x 10)
L = (2 x 6) + (12 x 10)
L = 12 + 120
L = 132 cm².

2. Bangun Ruang Limas

Limas merupakan salah satu bangun ruang yang memiliki alas berbentuk segi banyak, serta sisi tegak berbentuk segitiga. Limas memiliki sebuah titik puncak yang merupakan titik pertemuan dari tiap-tiap sisi tegak limas.

Baca Lainnya :  Cara Menghitung Persentase Kenaikan Penjualan

Bangun ruang limas hampir sama dengan prisma, yaitu alasnya terdiri dari beberapa bangun datar segi banyak. Perbedaannya terletak pada bagian atas atau atapnya. Prima memiliki atap yang sama dan kongruen dengan alasnya, sedangkan limas atapnya berupa titik.

Pada bangun ruang limas terdapat dua buah dimensi tinggi, yaitu tinggi bangun limas dan tinggi sisi tegak atau selimut limas. Dasar perhitungan limas adalah mencari volume dan luas permukaan. Berikut merupakan rumus-rumus prisma:

Volume Limas (V) = 1/3 x Luas Alas x Tinggi
Luas Permukaan Limas (L) = Luas Alas + Seluruh Luas Sisi Tegak

Contoh Soal

1. Sebuah limas memiliki alas berbentuk persegi dengan ukuran sisi 10 cm. Jika tinggi limas 15 cm, berapakah volume limas tersebut?

Penyelesaian:
V = 1/3 x Luas Alas x Tinggi
V = 1/3 x Luas Persegi x Tinggi
V = 1/3 x (s x s) x Tinggi
V = 1/3 x (10 x 10) x 15
V = 1/3 x 100 x 15
V = 1/3 x 1500
V = 500 cm³.

2. Sebuah limas memiliki alas berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 cm. Tinggi sisi tegak limas adalah 8 cm. Berapa luas permukaan limas tersebut?

Penyelesaian:
L = Luas Alas + Seluruh Luas Sisi Tegak
L = Luas Persegi + (4 x Luas Segitiga)
L = (10 x 10) + (4 x (1/2 x 10 x 8))
L = 100 + (4 x 40)
L = 100 + 160
L = 260 cm².

3. Bangun Ruang Tabung

Tabung adalah salah satu bangun ruang yang memiliki sisi alas dan sisi atas berbentuk lingkaran, serta sisi tegak yang sering disebut selimut tabung. Tabung juga dapat disebut sebagai prisma lingkaran.

Tabung merupakan bangun ruang yang tidak memiliki tiitk sudut, tetapi memiliki dua buah rusuk. Bentuk tabung banyak dijumpai di sekitar kita, misalnya kaleng susu, toples, botol minuman, dan lain sebagainya.

Sama seperti bangun ruang lainnya, tabung memiliki volume dan luas permukaan yang dapat dihitung dengan rumus berikut ini:

Volume Tabung (V) = π x r² x t
Luas Permukaan Tabung (L) = 2 x π x r (r + t)

Contoh Soal

1. Sebuah tabung memiliki jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm. Berapa volume tabung tersebut?

Penyelesaian:
V = π x r² x t
V = 22/7 x 7² x 10
V = 22/7 x 49 x 10
V = 154 x 10
V = 1.540 cm³.

2. Sebuah tabung memiliki jari-jari 14 cm dan tinggi 10 cm. Berapa luas permukaan tabung tersebut?

Baca Lainnya :  1 Tahun Berapa Bulan, Minggu, Hari, Jam, Menit, Detik?

Penyelesaian:
L = 2 x π x r (r + t)
L = 2 x 22/7 x 14 x (14 + 10)
L = 2 x 44 x 24
L = 2.112 cm².

4. Bangun Ruang Kerucut

Kerucut adalah bangun ruang yang memiliki alas berbentuk lingkaran, serta sebuah selimut yang meruncing pada ujungnya. Bangun ruang kerucut hampir mirip dengan limas, namun ada beberapa hal yang membedakan keduanya.

Perbedaan antara kerucut dan limas terletak pada alasnya. Kerucut memiliki alasnya berbentuk lingkaran, sedangkan alas limas berbentuk bangun segi banyak. bentuk selimut kerucut berbentuk juring lingkaran, sedangkan limas memiliki selimut berbentuk segitiga.

Selain perbedaan, keduanya juga memiliki kesamaan yaitu semua sisi tegak atau selimut akan mengarah pada satu titik puncak. Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung volume dan luas permukaan kerucut adalah sebagai berikut:

Volume Kerucut (V) = 1/3 x π x r² x t
Luas Permukaan Kerucut (L) = π x r (r + s)

Contoh Soal

1. Sebuah kerucut memiliki alas dengan jari-jari 7 cm dan tinggi nya adalah 12 cm. Berapa volume kerucut tersebut?

Penyelesaian:
V = 1/3 x π x r² x t
V = 1/3 x 22/7 x 7² x 12
V = 1/3 x 22/7 x 49 x 12
V = 1/3 x 1848
V = 616 cm³.

2. Sebuah kerucut memiliki jari-jari alas 14 cm dan panjang garis pelukisnya 20 cm. Berapa luas permukaan kerucut tersebut?

Penyelesaian:
L = π x r (r + s)
L = 22/7 × 14 (14 + 20)
L = 44 x 34
L = 1.496 cm²

5. Bangun Ruang Bola

Bola merupakan bangun ruang istimewa. Bangun ruang ini tidak memiliki rusuk dan titik sudut. Bola memiliki sebuah sisi berbentuk lengkung. Sisi lengkung bola terbentuk dari lingkaran yang jumlahnya tak terhingga yang berpusat di satu titik yang sama.

Bola merupakan satu-satunya bangun ruang yang tidak memiliki titik sudut. Bangun ruang ini dapat dibentuk dari sebuah bangun setengah lingkaran yang diputar sejauh 360° pada diameternya.

Dasar perhitungan bangun bola adalah mencari volume dan luas permukaan. Berikut merupakan rumus-rumus bola:

Volume Bola (V) = 4/3 × π × r³
Luas Permukaan Bola (L) = 4 × π × r²

Contoh Soal

1. Sebuah bangun berbentuk bola memiliki jari-jari 7 cm. Berapa volume bola tersebut?

Penyelesaian:
V = 4/3 × π × r³
V = 4/3 × 22/7 × 7³
V = 4/3 × 22/7 × 343
V = 4/3 × 1.078
V = 1.437,33 cm³

2. Sebuah bola memiliki jari-jari 10 cm. Berapa luas permukaan bola tersebut?

Penyelesaian:
L = 4 × π × r²
L = 4 × 3,14 × 10²
L = 4 × 3,14 × 100
L = 4 × 314
L = 1.256 cm²

Demikianlah pembahasan mengenai materi bangun ruang kelas 6 SD dan contoh soalnya. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Scroll to Top