Home » Informasi » Cara Budidaya Ikan Cupang Sendiri di Rumah

Cara Budidaya Ikan Cupang Sendiri di Rumah

budidaya+ikan+cupang
Cara Budidaya Ikan Cupang

Cara Budidaya Ikan Cupang Sendiri di Rumah – Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias yang hidup di air tawar. Ikan hias ini termasuk jenis ikan yang mudah dibudidayakan di rumah, karena tidak membutuhkan tempat yang luas dan modal yang besar.

Memiliki berbagai macam warna indah dan bentuk sirip yang menawan, tak sedikit orang yang ingin memeliharanya. Bahkan dengan melihat tingginya permintaan di pasaran, banyak yang membuka usaha budidaya dan jual beli ikan cupang sebagai penghasilan sampingan.

Ikan cupang memiliki nama latin Betta, adalah ikan yang memiliki habitat dari daerah tropis. Ikan ini banyak ditemukan di daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ikan ini dapat ditemukan di perairan yang tenang, seperti rawa, danau, dan sungai.

Selain keindahanya, keistimewahan lain yang dimiliki oleh ikan cupang adalah daya tahan hidupnya yang kuat. Ikan ini mampu hidup dalam kadar oksigen yang sedikit dan dapat bertahan hidup hingga 5 tahunan. Nah, jika tertarik dan berniat untuk budidaya ikan cupang, silahkan baca tips berikut ini untuk memulainya.

Panduan Cara Budidaya Ikan Cupang Untuk Pemula

1. Menentukan Jenis Ikan Cupang

Perlu diketahui bahwa species ikan cupang yang tersebar diseluruh dunia terdiri sekitar 73 spesies. Meskipun begitu, tidak semua jenisnya populer untuk dibudidayakan. Sedangkan yang sering dijumpai di pasaran sebagian besar berasal dari golongan splendens complex, yang terdiri dari betta splendens, betta stiktos, betta mahachai, betta smaragdina, dan betta imbellis. Serta berbagai varian dari hasil silangan spesies-spesies tersebut.

Perlu mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Secara umum, ikan cupang terdiri dari 2 jenis, yaitu cupang hias dan cupang aduan. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahannya, sedangkan cupang aduan dipelihara sebagai ajang aduan.

Contoh jenis-jenis ikan cupang hias seperti halfmoon, crowntail (serit), double tail, fancy, big ear, nemo, galaxy, avatar, koi, giant, dan lain sebagainya. Sedangkan salah satu jenis ikan aduan yang paling populer adalah jenis cupang plakat dan hasil perkawinannya.

2. Memilih Indukan Ikan Cupang

Sebelum memulai untuk budidaya ikan cupang, hal pertama yang perlu lakukan disiapkan adalah memilih indukan yang berkualitas. Indukan atau bibit ikan yang baik tentunya berasal dari keturunan yang unggul, kondisinya sehat, dan bebas dari penyakit. Setelah menemukan yang cocok, letakankan secara terpisah antara induk jantan dan betina.

Ciri – Ciri Ikan Cupang Jantan :

  • Gerakannya lincah dan agresif
  • Bentuk sirip dan ekornya lebar mengembang
  • Memiliki warna yang cerah
  • Bentuk tubuhnya lebih besar

Ciri – Ciri Ikan Cupang Betina :

  • Gerakannya sedikit lebih lamban
  • Bentuk sirip dan ekornya pendek (tidak begitu mengembang)
  • Memiliki warna kusam
  • Bentuk tubuhnya lebih kecil

4. Menentukan Proses Pemijahan

Setelah mendapatkan indukan ikan cupang bagus, langkah selanjutnya yaitu mengawinkan ikan cupang. Namun, kita harus benar-benar menentukan kapan waktu yang tepat untuk proses pemijahan. Pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan. Adapun ciri-ciri dari indukan yang telah siap dikawinkan yaitu sebagai berikut.

Indukan Cupang Jantan :

  • Berumur sekitar 4 sampai 8 bulan
  • Bentuk badannya panjang
  • Sirip dan ekornya panjang melebar
  • Warnanya terang atraktif
  • Gerakannya lincah dan agresif

Indukan Cupang Betina :

  • Berumur sekitar 3 sampai 4 bulan
  • Bentuk badannya membulat (bagian perut sedikit besar)
  • Sirip dan ekornya pendek
  • Warnanya kurang menarik (kusam)
  • Gerakannya lambat

5. Menyediakan Tempat Pemijahan

tempat+budidaya+ikan+cupang
Tempat Budidaya Ikan Cupang

Jika indukan jantan dan indukan betina telah memasuki fase matang untuk dipijahkan, langkah selanjutnya yaitu menyediakan wadah sebagai tempat pemijahan. Siapkan wadah yang berukuran kecil, misalnya baskom atau akuarium kecil dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm. Selain itu, siapkan juga gelas plastik sebagai tempat indukan ikan cupang betina.

Ikan cupang dapat menghasilkan hingga 1000 butir telur dalam satu kali perkawinan. Telur-telur tersebut akan segera menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Menurut pengalaman para budidaya cupang, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Bisanya dalam satu kali kawin hanya didapat sekitar 30-50 ekor yang mampu bertahan hidup.

Perlu diketahui bahwa indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan jarak waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan untuk indukan betina sebaiknya dikawinkan satu kali saja. Karena jika dipaksakan beberapa kali, kemungkinan akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin yang biasanya didominasi kelamin betina.

6. Proses Pemijahan Ikan Cupang

pemijahan+ikan+cupang
Pemijahan Ikan Cupang

Setelah indukan ikan cupang siap dikawinkan dan tempat telah disediakan, maka waktunya untuk melakukan proses pemijahan. Ada pun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut.

  • Isilah tempat pemijahan dengan air bersih kurang lebih setinggi 10-15 cm. Sebaiknya gunakan air alami yang jernih (air tanah atau air sungai). Janganlah menggunakan air PAM yang terkontaminasi kaporit.
  • Diamkan terelebih dahulu air yang akan digunakan untuk pemijahan kurang lebih sekitar satu malam.
  • Masukan beberapa tanaman air ke dalam wadah sebagai tempat burayak berlindung. Namun jangan terlalu terlalu padat dalam memasukan tanaman air, karena dikhawatirkan akan menyerap terlalu banyak oksigen yang ada di dalam air.
  • Masukkan indukan ikan cupang jantan yang akan dipijahkan. Biarkan selama kurang lebih satu hari dalam wadah. Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang digunakan untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
  • Untuk memancing ikan jantan membuat gelembung, masukkan indukan ikan cupang betina secara terpisah. Caranya yaitu memasukan ikan betina ke dalam gelas plastik bening (cup gelas aqua) yang telah terisi air dan benamkan ke dalam wadah dimana ikan jantan berada.
  • Setelah indukan ikan jantan membuat gelembung-gelembung udara, masukkan indukan betina ke dalam wadah indukan jantan. Waktu pemijahan ikan cupang biasanya terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Karena ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, sebaiknya tutup wadah pemijahan dengan kertas dan letakkan di area yang tenang.
  • Setelah terjadi pembuahan, ambilah indukan betina. Karean jika tidak di ambil, maka telur-telut yang telah dibuahi akan dimakan oleh indukan betina.
  • Indukan ikan jantan akan memungut telur-telur yang telah dibuahi dan meletakannya pada gelembung-gelembung yang telah dibuat sebelumnya dan menjaganya.
  • Telur-telur yang ada pada gelembung-gelembung udara akan menjadi burayak setelah kurang lebih satu hari. Untuk 3 hari kedepan, burayak tidak perlu diberi pakan, karena masih terdapat nutrisi yang tersisa di dalam telur. Selain itu, indukan jantan juga akan berpuasa selama menjaga burayak.
  • Kemudian setelah 3 hari semenjak telur menetas, berikan pakan berupa kutu air (moina atau daphnia). Jangan terlalu banyak dalam memberi pakan, karena dapat mengotori air dan menyebabkan kematian pada burayak.
  • Setelah kurang lebih burayak berumur 2 minggu, ambilah indukan jantan dari wadah. Kemudian pindahkan burayak tersebut pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar.
  • Setelah berumur sekitar 1,5 bulan, pilihlah ikan berdasarkan jenis kelaminnya dan masukan secara terpisah pada wadah pembesaran.

7. Memberi Pakan Ikan Cupang

Secara umum, pakan favorit ikan cupang adalah kutu air, cacing sutera, dan larva nyamuk. Kita dapat mencari kutu air di selokan-selokan yang tergenang, atau membeli di toko perlengkapan ikan hias. Jika memungkinkan, kita juga bisa membudidayakan kutu air sendiri.

Pemberian pakan sebaiknnya sesering mungkin secara teratur. Misalnya 3 sampai 4 kali sehari. Sedikit demi sedikit lebih baik dari pada dalam jumlah banyak sekaligus yang dapat menimbulakan berkembangnya penyakit dari penumpukan sisa pakan.

8. Perawatan Ikan Cupang

Perawatan pada ikan cupang dapat dikatakan mudah dan tidak memakan banyak waktu. Karena ikan hias ini memang terkenal cukup kuat dan mampu bertahan hidup dengan kondisi minim oksigen. Sehingga banyak yang meletakan di dalam akuarium tanpa adanya aerator.

Meskipun begitu, sangat disarankan untuk memberi aerasi dan filter pembersih untuk menjaga kualitas air agar ikan dapat berkembang dengan sempurna dan selalu bugar. Apalagi jika diperuntukan untuk kontes, maka perawatannya harus benar-benar diperhatikan.

Hindari memelihara ikan cupang jantan yang telah dewasa lebih dari satu dalam satu akuarium. Karena ikan-ikan tersebut dapat saling menyerang antara satu sama lain. Sehingga mengakibatkan kerusakan pada sirip-siripnya dan warnanya pun kurang keluar maksimal.

Sedangkan untuk jenis ikan cupang aduan, tempatkanlah ke dalam toples atau botol kaca berukuran kecil. Hindari meletakkan toples secara berdekatan. Meskipun tidak beradu secara langsung, ikan cupang aduan akan terus agresif dalam kondisi siap menyerang dan akan membenturkan dirinya ke kaca. Untuk itu, sebaiknya berikan sekat yang tidak tembus pandang di antara toples yang satu dengan yang lainnya.

Menurut pengalaman para pembudidaya ikan cupang, simpanlah jenis ikan cupang aduan pada tempat yang gelap agar ikan lebih agresif.

Perawatan lainnya yang harus diperhatikan adalah penggantian air secara rutin dan berkala. Hal ini bertujuan untuk menghindari pencemaran air yang diakibatkan oleh penumpukan kotoran dan sisa pakan yang dapat menimbulkan penyakit dan kematian pada ikan cupang.

Nah, itulah beberapa tips dan langkah-langkah cara budidaya ikan cupang sendiri di rumah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :
Share :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top