Home » Matematika » Rumus Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai

Rumus Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai

perbandingan+senilai+dan+berbalik+nilai
Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai

Rumus Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai – Dalam materi matematika kelas 7, perbandingan dibedakan menjadi dua jenis, yakni perbandingan senilai dan berbalik nilai. Nah, pada kesempatan kali ni akan dibahas tentang rumus perbandingan senilai dan berbalik nilai beserta contoh soalnya.

Perbandingan itu sendiri merupakan sebuah rasio yang menyatakan persamaan atau perbedaan pada dua variabel. Perbandingan senilai dan berbalik nilai dapat ditentukan dengan rumus matematika. Tujuan dari penggunaan rumus perbandingan adalah untuk menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan perbandingan.

Nah, bagi yang ingin mengetahui bagaimana cara menghitung soal-soal perbandingan senilai dan berbalik nilai, silahkan simak pembahasan berikut ini.

Rumus Perbandingan Senilai Dan Berbalik Nilai

A. Rumus Perbandingan Senilai

Perbandingan senilai adalah perbandingan dari dua variabel atau lebih, yang mana jika nilai salah satu variabel bertambah, maka nilai variabel yang lain juga akan bertambah. Begitu sebaliknya, jika nilai salah satu variable menurun, maka nilai variable lainnya juga akan menurun.

Contoh perbandingan senilai seperti perbandingan jumlah dan harga barang. Misalnya, harga sebuah pensil adalah Rp 2.000, maka harga lima pensil adalah Rp 10.000. Dengan melihat contoh tersebut, maka rumus untuk menentukan perbandingan senilai adalah sebagai berikut:

a1/b1 = a2/b2

Contoh Soal

1.Harga 3 buku adalah Rp 6.000. Berapa harga 7 buku?

Penyelesaian:
Diket:
a1 = 3
a2 = 7
b1 = Rp 6.000
b2 = …?

Baca Lainnya :   Contoh Soal Menentukan Letak Benda

Jawaban:
a1/b1 = a2/b2
3/Rp 6.000 = 7/b2 (kalikan silang)
3 x b2 = Rp 6.000 x 7
3 x b2 = Rp 42.000
b2 = Rp 42.000 : 3
b2 = Rp 14.000
Jadi, harga 7 buku adalah Rp 14.000.

2. Sebuah toko kue dapat membuat 400 kue dalam 8 hari. Berapa jumlah kue yang dapat dibuat toko kue selama 20 hari?

Penyelesaian:
Diket:
a1 = 400
a2 = …?
b1 = 8
b2 = 20

Jawaban:
a1/b1 = a2/b2
400/8 = a2/20 (kalikan silang)
400 x 20 = 8 x a2
8.000 = 8 x a2
a2 = 8.000 : 8
a2 = 1.000
Jadi, jumlah kue yang dapat dibuat toko kue selama 20 hari adalah 1.000.

B. Rumus Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dari dua variabel atau lebih, yang mana jika nilai salah satu variabel bertambah, maka nilai variabel yang lain akan berkurang.

Perhatikan contoh perbandingan berbalik nilai berikut ini, sebuah proyek pembangunan rumah akan dikerjakan 10 orang memerlukan waktu 30 hari. Jika proyek tersebut dikerjakan 15 orang, maka akan selesai dalam 20 hari.

Dengan melihat contoh tersebut, maka rumus untuk menentukan perbandingan senilai adalah sebagai berikut:

a1/b2 = a2/b1

Contoh Soal

1. Kota A dan kota B ditempuh menggunakan mobil dengan kecepatan 60 km/jam dalam waktu 70 menit. Berapakah kecepatan mobil jika ditempuh dalam waktu 50 menit?

Penyelesaian:
Diket:
a1 = 60
a2 = …?
b1 = 70
b2 = 50

Jawaban:
a1/b2 = a2/b1
60/50 = a2/70 (kalikan silang)
60 x 70 = 50 x a2
4.200 = 50 x a2
a2 = 4.200 : 50
a2 = 84
Jadi, jika ditempuh dalam waktu 50 menit, maka kecepatan mobil adalah 84 km/jam.

Baca Lainnya :   Sifat-Sifat Trapesium Dan Rumusnya

2. Sebuah persegi panjang memiliki ukuran panjang 20 cm dan lebar 10 cm. Jika ukuran panjang dibuat 25 cm, berapa ukuran lebarnya agar luas persegi panjang tetap?

Penyelesaian:
Diket:
a1 = 20
a2 = 25
b1 = 10
b2 = …?

Jawaban:
a1/b2 = a2/b1
20/b2 = 25/10
20 x 10 = b2 x 25
200 = b2 x 25
b2 = 200 : 25
b2 = 8
Jadi, ukuran lebar persegi panjang harus 8 cm.

Demikianlah pembahasan mengenai rumus perbandingan senilai dan berbalik nilai beserta contoh soalnya. Smeoga bermanfaat.

Baca Juga :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top